Malam itu saya duduk di warung kopi pinggir kota, ditemani segelas kopi tubruk dan laptop yang mulai panas. Teman lama saya, seorang kurator game langka di Yogyakarta, menunjukkan sesuatu di layarnya. "Ini SELIR77," katanya sambil menyorongkan laptop. Yang langsung menarik perhatian saya bukanlah tampilan gemerlap, melainkan daftar provider game yang terpajang rapi. Pragmatic Play, PG Soft, Microgaming, Habanero, Spadegaming—semua nama besar itu ada di sini. Tapi bedanya, SELIR77 tidak asal menumpuk game. Mereka memilih sendiri koleksinya, seperti kurator museum yang hanya memajang artefak terbaik. Rasanya seperti saat saya pertama kali diajak teman ke Bioskop 21 di era 90-an—pengalaman yang tertata, bukan sekadar keramaian.
Saya ingat dulu sering bingung memilih game di platform lain karena terlalu banyak opsi murahan. Di sini, semuanya terkurasi. Misalnya, saya menemukan Gates of Olympus dari Pragmatic Play yang sudah saya mainkan puluhan kali, tapi entah kenapa di SELIR77 tampil beda—mulus seperti lagu Kla Project di kaset asli, bukan hasil copy-an. Ada juga koleksi eksklusif dari Habanero yang tidak saya temukan di tempat lain, dengan grafis seperti lukisan Bali di atas kanvas. Provider game ternama seperti Microgaming pun ikut nimbrung menghadirkan game-game lawas bernuansa nostalgia, persis ketika saya masih ingat petasan diledakkan di gang sempit setiap Lebaran. Platform ini terasa seperti mendengarkan cerita dari tetangga yang jago main gitar—apa adanya, tidak dibuat-buat.